Masyarakat Kampung 6 Desa Gombong, Adukan Dugaan Pungli Pemerintah Desa

Masyarakat Kampung 6 Desa Gombong, Adukan Dugaan Pungli Pemerintah Desa

Loading

Bidiktipikor.com Pandeglang,
Pelaksanaan proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi III sudah berjalan, beberapa rumah yang masuk area Tol juga mulai di gusur.
Namun apa jadinya jika dalam pelaksanaan pembayaran lahan oleh pihak Pengelola, di jadikan ajang manfaat oleh segelintir oknum pemerintah Desa Gombong Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang.

Masyarakat terdampak lahan juga sangat mengeluhkan, adanya dugaan pungli oleh oknum Pemerintah Desa Gombong, dengan pungutan bernilai puluhan juta rupiah.

Menurut penjelasan Warga, dirinya saat menerima uang ganti rugi oleh pihak itu pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi III,

“saya menerima uang ganti rugi lahan tanah saya yang di beli pengelola Tol Serang-Panimbang sekitar, 1,3 M,” ucap masyarakat yang enggan di tampilkan namanya.

Masih menurutnya dirinya juga sangat terkejut setelah menerima uang ganti rugi, tak berselang lama, ada pihak Pemerintah Desa yang mendatanginya,
“saat itu saya kedatangan pak kades pak….dan pak Kades meminta uang terhadap saya, dan tidak menjelaskan peruntukannya sebesar Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah) tapi saya hanya kasih Rp. 15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah) dan Alhamdulillah beliau menerimanya. Memang ada aturanya yaa pak di mintai uang pungutan,” ujar (E) kepada awak media.

Selain E. Masih banyak dugaan warga juga yang menerima uang pergantian lahan di perlakukan dengan motif yang sama.

Hal lain (P), Warga masyarakat Petani sangat miris, pasalnya sampai saat dirinya belum menerima pergantian lahan yang terkena badan jalan tol,
” ini saya belum menerima uang sepeserpun dari tanah saya yang terkena badan jalan tol Serang – Panimbang, dan tanah saya seluas 1200 M, namun kenapa tidak ada ganti rugi, sedangkan yang lain sudah….apa karna saya petani yang tak tahu apa apa, di biarkan tidak mendapatkan hak saya,” terang ( P).

Dengan adanya informasi dari warga, saat awak media mendatangi lokasi tersebut, oknum pelaksana proyek jalan tol juga, tidak ramah saat di mintai keterangan.

Oknum pelaksana proyek pembangunan Tol dari PT Wika yang terkesan arogan saat di konfirmasi awak media ,” Saya baru kemarin kerja disini saya tidak mau jawab apapun silahkan anda ke kantor saja, dan kalian
Tidak boleh ambil foto tanpa ijin.

Oknum pekerja proyek bagian Gudang, terlalu arogan dan yang membuat pelecehan terhadap awak media nada kencang mengatakan,” anda tida berhak wawancara saya karena semua orang bisa bikin KTA Wartawan semua juga bisa,” ungkapnya

Di lain hal, M. Sujana Akbar selaku ketua Lembaga Jaringan Aspirasi Masyarakat Peduli Banten (JAM-P Banten) di kediamannya, mengatakan jika dalam hal ini pihaknya sudah mengantongi puluhan pernyataan masyarakat.
,” Kami sudah menerima laporan dan pernyataan dari warga, terkait oknum yang melakukan pemungutan liar kepada masyarakat hingga Puluhan juta rupiah. Ini sudah ada indikasi pasalnya,” ujarnya di kediamanya.

M.Sujana juga mmberikan satu contoh nama yang sudah membuat pernyataan kepada kami sebesar Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) hal tersebut sangat disayangkan, perilaku Pungli tidak ada alasan jelas pungutan itu untuk apa,

“Saya juga akan melayangkan laporan ke pihak aparat penegak hukum agar jika terbukti terjadi pungli maka segera tangkap dan adili oknum tersebut,” tegasnya.

Saat awak media ingin mengkonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Desa tak ada di tempat,” maaf saya tidak melihat pak Kades Kmna, Mungkin sedang di luar, atau kemana saya tidak tahu,” ungkap Ridwan anggota BPD Desa Gombong(red)

Reporter : Rudi

Related posts

Leave a Comment