Pedagang dan Tukang Mainan Taman Kota Liwa Sepi Pengunjung, Retribusi Parkir Dikeluhkan

Pedagang dan Tukang Mainan Taman Kota Liwa Sepi Pengunjung, Retribusi Parkir Dikeluhkan

Loading

BIDIK TIPIKOR, LAMPUNG BARAT – Pedagang kaki lima dan tukang mainan di Taman Kota Liwa Kabupaten Lampung Barat kompak mengeluhkan sepinya pengunjung yang berdampak serius terhadap jumlah omset yang didapatkan.

Usut punya usut, dari hasil investigasi wartawan media ini dilapangan, hal itu disinyalir akibat adanya penarikan Retribusi Parkir oleh Dinas Perhubungan Pemkab Lambar yang telah dilaksanakan selama dua bulan terakhir.

Salah satu pedagang kaki lima setempat, Ronald mengatakan, jika sebelum adanya penarikan retribusi parkir tersebut, pihaknya bisa mendapatkan omset hingga Rp300.000 per harinya.

“Tapi sekarang mendapatkan 100 ribu sehari saja sudah bersyukur banget mas,” keluh Ronald, Kamis (24/11).

Dirinya meneruskan, dengan adanya penarikan parkir tersebut, membuat pembeli dagangannya yang kebanyakan merupakan siswa/siswi sekolah enggan datang ke Taman Kota Liwa.

“Ini tentu memberatkan, apalagi untuk pelanggan yang masih sekolah. Anak-anak itu paling punya uang yang cukup untuk jajan, paling 10 ribu, itu pun hanya cukup untuk beli makanan atau minuman satu, bukan untuk parkir pula. Jadinya sekarang sepi, siswa/siswi sudah jarang datang,” ungkapnya.

“Apa lagi parkirnya tidak mengenal kalangan, mau itu anak sekolah atau orang dewasa di minta uang parkir semua,” lanjut dia.

Senada dengan Ronald, seorang tukang mainan setempat, Yusuf mengatakan, jika omset yang didapatkan setelah adanya retribusi parkir turun jauh dari biasanya, bahkan tidak mencapai 50 persen lagi.

“Sebelum adanya retribusi parkir, pengunjung Taman Kota tidak sesepi saat ini, biasanya kami bisa dapat hingga 500 ribu lebih dalam sehari, tapi akhir-akhir ini hanya mendapatkan dibawah 100 ribu, itupun kalo di hari libur, kalo hari biasa selalu dibawah 50 ribu,” terang Yusuf.

Menurutnya, retribusi parkir di Taman Kota Liwa sangat merugikan pedagang, tukang mainan yang hanya mengandalkan penghasilan dari Taman Kota setiap sorenya, bahkan pengunjung sekalipun.

“Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah naik, otomatis semua pada naik, ditambah ada parkir pula, ya makin sepi. Setidaknya kalau memang harus ada retribusi parkir, bisa di minta uang parkir nya di hari libur saja,” pungkasnya. (Red)

Reporter: Iqo/Ade

Related posts

Leave a Comment