37 tahun lebih Warga Karang Rejo terdampak akibat limbah sampah

37 tahun lebih kami ini terdampak akibat limbah sampah, sudah

Loading

METRO – Masyarakat RW 09 Kelurahan Karangrejo, Metro Utara mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah khususnya dalam hal kesehatan bagi warga yang berdekatan dengan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Karangrejo.

Sebab, selama 37 tahun adanya TPAS tersebut warga sekitar tidak pernah mendapat pemeriksaan kesehatan dari pemerintah.

Ketua RW 09, Kelurahan Karangrejo, Dodo mengatakan, selama ini warga tidak pernah mendapat penyuluhan kesehatan baik dari Puskesmas maupun Dinas Kesehatan setempat. Padahal, dampak dari adanya TPAS tersebut sangat dirasakan oleh warga.

“Hampir 37 tahun lebih kami ini terdampak akibat limbah sampah, sudah terlalu lama kami bersabar. Banyak dampak negatif yang ditimbulkan akibat limbah sampah TPAS, mulai dari sampah yang sering tercecer di jalan, serangan lalat, hingga penyakit gangguan pernapasan,” kata dia saat diwawancarai, Sabtu (3/12).

Dikatakanya, sejak sampah di TPAS semakin banyak dan menumpuk, masyarakat di sekitar area TPAS banyak warga yang mulai sakit gangguan pernapasan.

“Jadi kayak ada flek di paru-paru gitu. Warga mulai beli air minum, jarang pakai air sumur untuk minum. Saya juga gak tahu ya, gangguan pernapasan itu dampak dari limbah sampah TPAS atau tidak, tapi semenjak sampah mulai banyak, ya itu pada sakit pernapasan, balita ada, anak-anak ada, orang tua apalagi,” ucapnya.

Dodo meminta Pemkot Metro dapat memberikan kompensasi berkelanjutan kepada warga terdampak TPAS, terutama terkait kesehatan.

“Boro-boro bantuan, ini aja tim dari puskesmas meriksa kesehatan warga baru-baru ini aja karena ada gejolak di masyarakat. Sudah capek, 37 tahun lo kami ini sabar, kami juga sempat marah karena dengar TPAS mau dilebarkan, kami nolaklah. Kami ini diperhatikan lo, kasih vitamin kek, bantuan kompensasi apa kek, kalo perlu dibuat perda, masalah kesejahteraan kami ini,” imbuhnya.

Ia mengaku pesimis rencana Pemkot Metro membangun tenpat daur ulang sampah mini bakal terealisasi. Menurutnya, wacana tersebut hanya akan seperti proyek pengadaan daur ulang sampah sebelumnya.

“Kalau itu bunyinya dibuat di luar area tempat sampah, kami tetap tidak setuju. Ya kalau benar-benar dikelola, kalau ke depannya gak jalan kayak pengalaman yang dulu-dulu itu, nanti malah nambah persoalan baru lagi. Intinya itu yang terdampak akibat TPAS Karang Rejo selama 37 tahun ada di RW 08 dan RW 09, dan kami tidak mau lagi tertipu janji, harapan kami kompensasi kesejahteraan di lingkungan ini dapat berkelanjutan, terutama kesehatan, kalau bisa dibuat Perdanya,” tandasnya.(Antoni.G)

Related posts

Leave a Comment