![]()
Kota Metro–BidikTipikor.ID–Pemerintah Kota Metro Provinsi Lampung melalui Jajaran Dinas Kesehatan menggelar “Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Metro” tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Skuntum Kota Metro, dibuka secara resmi dan simbolis oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, S.T.,M.Kes. Selasa, 12/08/2025.
Untuk di ketahui, dalam laporan Ketua Pelaksana Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Metro Tahun 2025, Diah Meirawati, SKM.,M.Kes bahwa, kegiatan lomba tersebut diselenggarakan berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Nomor : 400.7.15/E019-25834/D-2/04/2025 tanggal 22 Juli 2025 tentang Lomba Balita Sehat Kota Metro.
Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam membina tumbuh kembang balita secara optimal dan meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan anak balita.
Untuk Peserta, Diah Meirawati menyampaikan, Balita Kelompok Umur 6 – 24 Bulan sebanyak 11 orang, Balita Kelompok Umur 2-5 Tahun sebanyak 11 orang dan Orang tua balita (Ibu dan Ayah) sebanyak 44 orang dengan pendamping Puskesmas 11 orang.
Sementara itu, juri lomba diantaranya Dokter Sp.A, PDGI, PERSAGI dan Psikolog, Imunisasi dan Tim Dinas Kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, S.T.,M.Kes menjelaskan bahwa, Lomba Balita Sehat Tahun 2025 tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran orang tua dalam memonitoring tumbuh kembang balitanya menjadi balita yang sehat, serta meningkatkan motivasi keluarga dan masyarakat dalam upaya pemberdayaan kesehatan ibu dan anak/balita.
Adapun kriteria penilaian dalam lomba yakni keadaan anak meliputi status imunisasi, status pengukuran berat badan dan panjang badan serta status kesehatannya. Lalu, keadaan orang tua balita meliputi pendidikan, umur, alat kontrasepsi yang dipakai, khususnya bagi ibu, dan kelengkapan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kemudian Status kesehatan umum dan kesehatan gigi, tingkat perkembangan psikologi anak serta motorik anak.
Dr. Eko Hendro Saputra juga menyampaikan, perlu di pahami bersama bahwa, Masa balita merupakan masa emas sekaligus masa yang paling kritis, sebab masa balita merupakan masa yang paling menentukan dalam pembangunan manusia yang handal, terutama dari aspek pertumbuhan dan perkembangan.
Adapun hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak balita disebabkan oleh kekurangan gizi pada masa kehamilan. Jika di 1000 (Seribu) hari pertama kehidupan, gizi balita tidak dapat tercukupi maka akan menyebabkan anak berperawakan pendek dan gangguan tumbuh kembang, yang disebut dengan istilah “Stunting”.
“Maka dari itu, melalui kegiatan lomba ini diharapkan para orang tua akan lebih mengenal dan mengetahui, sejauh mana pertumbuhan dan perkembangan balitanya. Selain itu, dapat mengidentifikasi masalah, sehingga orang tua dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan jika balita mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan.”Ungkapnya. (Red/Rls)
