![]()
Kota Metro–BidikTipikor.Com–Pengerjaan proyek pembangunan drainase penanganan genangan air, Komplek Perumahan Pemda, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat Kota Metro, Provinsi Lampung sumber APBD senilai Rp.991 Juta, oleh CV Mitra Adhi Tama di duga asal jadi, dan timbulkan protes warga setempat.
Berdasarkan pantauan tim media ini, Senin, 17 Oktober 2025, pengerjaan drainase penanganan genangan air tersebut, dilaksanakan asal asalnya, terlihat dari adonan semen yang mudah rompal dan pemasangan besi cor asal asal. Selain itu, lebar drainase semakin menciut.
Menurut Pengawas Lapangan CV Mitra Adhi Tama enggan di kutip identitasnya mengatakan, proyek tersebut sepanjang 370 Meter dengan nilai Rp.991 Juta. Kondisi drainase dengan pemasangan besi berliku, karena faktor alam disekitar lokasi pekerjaan.
Pertama, tanahnya sangat labil. Jadi lapisan tanah itu sangat labil berdekatan dengan bangunan warga. Maka harus cepat ditangani dan harus di cor, tidak bisa di biarkan atau tinggalkan. Kemudian ketebalan dinding bangunan drainase bervariasi dan kedalaman berbeda – beda disetiap titik.
“Kalau masalah ketebalan tetap tebal. Ada yang ketebalan 30 Cm sampai dengan 20 Cm. Karena tanahnya mudah longsor, jadi bervariasi.”Ungkapnya.
Pengawas Lapangan CV tersebut juga menjelaskan bahwa, kedalaman galian mulai dari titik 0 sampai 50 Meter, kedalamannya galian 110 Cm, dari 50 sampai 100 Meter itu kedalamannya 85 Mm. Kemudian, dari titik 100 Meter sampai 120 meter kedalamannya 120 Cm. Lalu dari 120 Meter sampai 150 Meter kedalamannya 130 Cm dan titik 150 Meter sampai 200 Meter kedalamannya 155 Cm.
”Proyek drainase penanganan genangan ini diproyeksikan selesai selama 120 hari kerja.”Jelasnya.
Dilain pihak, warga sekitar lokasi proyek protes akan kualitas dan pengerjaan proyek penangan genangan air tersebut, tidak akan merubah apapun, justru akan memperparah genangan air hujan dikala musim penghujan, lantaran pengerjaannya asal asalan.
Dari kedalaman drainase disetiap titik berbeda beda, sehingga aliran air itu ketika hujan akan tergenang di tengah-tengah.
“Jadi bagian tengah ini kedalamannya 150 Cm, kemudian dibagian depan itu 120 Cm dan titik turun air itu capai 80 Cm. Jadikan air yang ditengah itu bakal genang, karena didepan turunnya air itu lebih dangkal, seharusnya lebih dalam lagi itu dari pada yang ditengah,”protes warga sekitar.
Disampaikan juga oleh Ketua RW 04 Kelurahan Hadimulyo Barat, Talman bahwa, warga sekitar Komplek Pemda memprotes kedalaman galian Drainase termasuk hasil fisiknya.
Pengerjaan proyek drainase itu tak menghiraukan masyarakat sekitar. Sesuai pengakuan dari pengawas proyek, aliran air dari drainase tersebut dibuang ke depan semua.
Perlu diketahui, kata Talman, dibagian didepan drainase itu tetap ada protes warga karena terdapat kejanggalan seperti kedalamannya. Warga berfikir secara logika ketika dibagian tengah drainase itu dalam, sementara di bagian ujung nya dangkal, maka air akan menggenang dan tumpah ke jalan bahkan akan menggenangi pemukiman warga, terlebih lagi drainase itu semakin menciut atau mengecil.
Titik galian bagian tengah itu kedalamannya mencapai 1,5 Meter. Sementara itu yang bagian depan tempat turunnya aliran air itu menurut pengakuan Pihak Dinas PUTR hanya 80 Cm.
“Kalau tempat jatuhnya air itu 80 cm, kemudian ditengah ini 1,5 meter otomatis aliran air itu akan tergenang di bagian tengah-tengah itu, enggak mungkin lari air itu ke 80 Cm,”protesnya.
Masih kata Talman, pihak Dinas PUTR telah melakukan pengecekan ke lokasi pekerjaan dan mereka bersikeras air itu tidak akan tergenang. Argument Pihak Dinas PUTR, air kan mengalir kedepan. Setelah dilakukan pengecekan, alhasil kedalaman drainase yang ada hampir 2 Meter. Artinya, airnya itu bakal balik ke bagian tengah.
”Pekerjaan proyek drainase ini diharap dapat mengetaskan persoalan banjir yang selama ini menghantui warga sekitar. Jika pengerjaan seperti saat ini, tentu akan sebaliknya. Pihak kontraktor dan Dinas PUTR diminta dapat bekerja secara maksimal dalam melaksanakan program pengentasan masalah banjir. Sehingga masyarakat komplek pemda dapat merasakan hasilnya.”Pungkasnya. (Tim/Red)
